Senin, 03 Mei 2010

Lazy-Monday -Morning

First day at my 2nd-half semester ... Ohh... I must wake up early and go grab to campus at 7 again ... It's killing me, I feel so much sleepy, and I have terrible stomachache... I fell asleep at 1 am this morning.. I need more quality-sleep time .. argh!!!

Nyampe kelas jam 7.15 (I've pushed bilingual button, haha), dan waw.......sepi bukan main, the sepiest class I've ever been deh pokoknya. Anak-anak yang dapet scholarship pada upacara Hardiknas di rekotrat, sementara beberapa anak mungkin masih pada di kampung halaman masing-masing, mengingat kemaren long weekend pasca UTS anak-anak pada mudik.

Dan angin-angin ini masih asik berputar di dalem perutku sepertinya... mulas dan nggak nyaman banget....
Makanya dibela-belain pulang ke rumah, sebelum akhirnya ada kuliah lagi jam 1 siang. Dateng nggak ya? Males, tapi dosennya agak serem-serem gimana gitu...
Tapi nggak lagi kaya begini pun kayaknya aku bakal pulang dulu setiap Senin, sindrom kangen rumah? Hah, I'm insane, tapi aku bawaannya sekarang pengen pulaaaaaang mulu, biar bisa bebas-merdeka-jungkir-balik-sesuka-hati. And also I avoid the awkward moment, between me and someone ...you know lah,,,eh....you don't ding.... but nevermind...cuma masalah remeh temeh yang aku besar-besarkan...

Sampe rumah, ohh...so messy...karena mbak Pon libur tiap Senin, anyway I still say "Home sweet home!!!!!"

Sebenernya udah dari kemarin mau posting, tapi ya ampuuuuuunnnn.......loading internetnya nggak nahan, lambreta banget, padahal udah nyoba pagi-siang-malem...tetep aja !

Jadi....sekarang mau tidur lagi, atau melakukan hal lainnya yang bisa bikin lebih fresh....
Mau post tentang sat nite with my mom and dad...tapi mata ini terasa berat. Tunda dulu ah...


Sabtu, 01 Mei 2010

Pura-pura Nggak Kenal

Pernah nggak berada dalam situasi : ketemu orang yang kita tau, tapi nggak kenal (dalam artian nggak pernah ngobrol), tapi kita sadar bahwa kita perah satu sekolah atau tetangga, pokoknya kita saling tau. Tapi bingung mau nyapa atau nggak.

Situasi yang menyebalkan itu baru aja aku alami siang ini. Pas lagi beli jus gitu, aku menemukan sekelompok anak SMA di counter jus, pas ada salah satu yang nengok, kinda familiar mukanya... beberapa detik kemudian aku inget dia adik kelas waktu SMP-SMA, dan sepertinya dia inget aku juga. Tapi dia diem aja, dan aku juga.

Kalau dia adik kelas SMA, yang lainnya juga dong? Dan satu persatu akupun mengenali wajah mereka. Tapi sekali lagi aku diem aja, dan mereka pun hanya menunjukkan ekspresi mengenali, tapi nggak enak gitu mau nyapa.

Kami akhirnya pun cuma berdiri bersebelahan nunggu jus dibikin sambil diem-dieman. Pura-pura saling nggak mengenali, dan nggak pernah ketemu sebelumnya dimanapun, padahal kan itu bohong banget.

Jujur aku nggak mau begini. Maksudnya, ya masa begitu dekat jaraknya dan pura-pura nggak kenal. Tapi mau tanya, "Eh, kamu kan SMA 2 ya? Apa kabar?" itu juga nggak mungkin, konyol banget. Dan bagaimanapun egoku melarangnya..hahaha..

Sampai akhirnya aku pergi, dan masih pura-pura tidak menyadari kehadiran mereka. Super awkward!

Kapan-kapan kalau ada dalam situasi begini lagi, apa yang harus dilakukan dong? Menyapa dia aja dengan muka tembok? Toh, emang jelas-jelas pernah ketemu kan?

Hhhha...manusia memang dibentuk oleh keadaan.

Suatu Hari di Gramedia

Sabtu siang ini aku kembali usaha nyari novel Outrageous, kali ini ke Gramedia. Dan tarraaaaaa......belum ada lagi. Hiks, masih di gudang kali, atau belum nyampe. Hiks times two...

Tapi karena udah terlanjur jauh-jauh ke sana, aku liat-liat aja buku-buku lain. Sembari menikmati udara dingin di dalem, karena di luar panas gila-gilaan.

Waktu lagi asik-asik sok serius ngeliat-liat, aku menyadari kehadiran seorang ibu yang nggak asing. Bu Widodo! Wah udah lama banget nggak ketemu beliau, jadi bu Widodo ini punya perpusatakaan komik dan novel, dari jaman aku SD dulu. Dan aku langganan ke dia sampai SMP. Nggak nyangka bakalan ketemu dia di sini.

"Udah lululs SMA ya sekarang?" bu Wid tersenyum ramah.

"Iya bu udah kuliah." aku menjabat tangannya, trus cium tangan segala. Udah kayak ketemu guru deh..."Semester dua."

"Rumahnya masih di sana itu kan? main dong sekali-kali."

"Oh masih buka to bu?" aku takjub, bu Wid begitu gigih menjalankan usahanya...haha, karena dia hobi baca juga sih, jadi kan sekalian, sambil koleksi, menghasilkan duit pula.

Kami pun asik membicarakan buku-buku. Lebih tepatnya bu Wid cerita tentang koleksinya, dan menawari aku, "Kamu sukanya sekarang buku apa?" dia lalu menyebutkan judul-judul yang aku belum pernah baca. Ya iyalah, aku kan nggak hobi-hobi banget baca, kalau dibandingin sama bu Wid.

Waktu aku ke tempat majalah (bu Wid udah pergi dari situ), ada Asian Crush edisi Super Junior...hiks hiks pengen beli...tapi nggak ada budget lagi. Argh! sial.... Tapi nggak begitu pengen sih. Jadilah aku menghabiskan waktu di sana dengan baca-baca sampul belakang buku. Sampai akhirnya bosan dan pulang.

Di tempat parkir, aku nyadar kalau kunci kontakku nggak ada di tas, di saku, atau dimanapun!!! Aduh, dalam hati aku panik, tapi nggak mau keliatan panik. Sambil terus mencari-cari, aku mikir kalau kunci itu pastilah tadi lupa aku cabut, dan mungkin udah diamankan sama petugas parkir.

Petugas parkir udah memperlihatkan gelagat aneh gitu di dekat motorku, tapi kayaknya dia pura-pura nggak tau dan pengennya aku yang nyamperin dia (memang gitu sih mestinya). Akhirnya aku nyamperin dia, dan bertanya perihal kunci, dia lalu manggil pak satpam, yang lebih ramah dari si tukang parkir ini. Pak satpam memanggil seseorang lewat HT, dan bilang supaya aku sabar.

"Lupa kontak kaya begini itu rawan banget lo mba." kata si bapak memperingatkan. Tapi nggak terdengar menyalahkan.

Nah begitu orang yang nyimpen kunciku itu dateng (setelah nunggu cukup lama), aku langsung lega sekaligus takut dimarahin (soalnya pernah kejadian juga di kampus). Bapak yang baru datang itu malah tanya "Apa mbak?"

"Kuncinya pak.." kataku innocent.

"Boleh liat stnknya?" aku pun langsung menunjukkan STNK, lalu setelah yakin itu benar-benar punyaku, kuncinya dikasihin deh.

"Makasih pak..." kataku sambil senyum senang.

"Iya...hati-hati ya..." bapak ini baik juga, padahal mukanya tadi nyebelin lo, seolah-olah bilang, "Dasar kamu ceroboh, bahaya tau, ngerepotin orang aja" Tapi ternyata itu hanyalah persepsi.

"Iya, maaf ya pak..." aku merasa bersalah dan ceroboh banget nih... pikun abis jadi orang.

Untung aja yang nemuin petugas. Kalau orang yang nggak bertanggung jawab kan gawat.

Random Story

Baru bangun jam 8 lebih, deket-deket jam 9 gitu. Mentang-mentang nggak ada beban UTS lagi, dan lagi nggak shalat juga. Itu juga gara-gara ditelepon sama seseorang yang aslinya mau aku sms atau telepon duluan, eh dia yang nelepon. Ya udah deh bagus... biar aku sadar bahwa kebanyakan tidur itu mengurangi waktu hidup di dunia... =D

Bapakku kan semalem minta tolong abstraksi tesisnya di terjemahin ke bahasa Inggris pake google. Jujur aja ya aku baru tau kalau google bisa. Hahaha.... Kirain nerjemahin dari artikel ke artikel doang.

Makanya pagi ini aku coba, eh ternyata gampang banget ... waw gapteknya diriku, padahal tiap hari nongkrong di depan layar begini. Tinggal klik 'alat bahasa' , copy-paste, trus klik terjemahkan. Just as simple as that...

Status update GGtheseries hari ini bunyinya "ready to be OUTRAGEOUS today?" Aku sih nggak begitu excited kayak biasanya dapet berita terbaru tentang novel itu. Karena kemarin udah jadi korban 'terjebak di toko buku' yang ceritanya ada di posting sebelum ini.

Tapi aku akan tetap berburu hari ini. Wish me luck today....

Jumat, 30 April 2010

Siang-siang Terjebak di Toko Buku



"Kesabaran adalah kunci keberhasilan"

Nggak tau juga ya, kalimat bijak di atas bakal nyambung apa nggak sama cerita hari ini. Tapi intinya emang bener, kalau kita itu harus sabar supaya semua sesuai keinginan, sesuai tujuan awal.

Contoh kasusnya gini, karena ketidaksabaranku untuk baca novel Glam Teen terbaru, Outrageous, aku yang semalem baca status update di fan page GG berbunyi "OUTRAGEOUS ada di toko buku... this weekend. :)" langsung excited berat, dan pengen segera lari ke toko buku.

Padahal kalau dipikir dengan akal sehat, weekend kan Sabtu-Minggu ya, dan ini baru hari Jumat. Tapi karena nggak sabar dan pikiran "siapa tau udah ada" siang ini aku meluncur ke toko buku yang suka nyediain diskon 10% untuk semua buku di sana (yeah!).

Aslinya 60% yakin itu buku belum ada, tapi iseng-iseng berhadiah aja ke sana. Dan ternyata memang belum ada. Hiks! kecewa deh.... Dan gawatnya, aku baru sadar kalau aku terjebak! Bukan terjebak yang gimana-gimana sih, cuma toko itu lagi sepi banget, lebih tepatnya cuma ada aku sebagai calon pembeli. Aku kok jadi nggak tega, atau gengsi, atau malu, dan nggak enak hati, kalau keluar dari toko itu tanpa beli apapun. My bad...seharusnya nggak perlu lebai gini kan... namanya juga lagi liat-liat, kalau nggak ada ya udah tho?

Tapi ya itu tadi, segala perasaan nggak pentingku itu muncul, dan aku pun memutuskan beli sesuatu. Sesuatu? bisa ditebak, nggak penting. Aku mikir keras, beli apa ya yang cukup berguna dan cukup murah. Hah!

Sampai akhirnya aku malah liat-liat buku terbitan Gagas Media, yang baru kusadari bagus-bagus dan semakin berkualitas dibanding terbitan.....ah sudahlah jangan disebut, dan aku menemukan novel bersampul kuning berjudul Infamous. Ntah pesona apa yang dipunya buku itu, aku langsung ambil aja dan baca sampul belakangnya, menarik. Dan harganya, lumayan terjangkau, ya nggak mahal-mahal amat lah buatku. Jadi mikir buat beli itu aja. Tapi kemudian, aku liat sampul buku yang sudah tak asing lagi dengan tulisan besar warna kuning tua "The Men's Guide to The Women's Bathroom" ...Buku yang dibaca May di GGheadquarters, yang pernah aku ceriitain di posting kemarin-kemarin, yang aku tertarik banget buat baca, ya mungkin dengan alasan karena May juga baca (agak lucu ya, padahal May hanya tokoh fiksi, hehe).

Mataku langsung mencari label harga, waw, nggak beda jauh sama yang tadi. Artinya=bisa dibeli. Tapi pas baca-baca ringkasan di sampul belakang, kok jadi ragu ya? Karena pas dipikir-pikir lagi Infamous lebih menarik aja gitu. Ya sebenernya TMGTWB (judulnya disingkat aja deh) juga menarik, terlebih udah baca review in May's point of view, tapi pengen Infamous juga. Oh weird, kenapa harus ditambah dengan perasaan dilema segala sih?

Mulai deh menimbang-nimbang. Ya oke, TMGTWB pernah dibaca May, tapi kan please....May hanyalah tokoh fiksi, I mean segitu ngefansnya ya? Itu kan tim GasMed juga yang nulis reviewnya ..... Sebenernya menarik, dan unik, mengungkap rahasia pembicaraan cewek-cewek di toilet. Dan segala persaingan cewek untuk tampil paling baik. Tapi tokohnya ketuaan kali ya, maksudnya kan, kalau kita baca cerita yang sudut pandangnya seumuran, kita bisa lebih ngerti dan nikmatin, tapi kalau ceritanya udah nikah, udah cerai, udah kerja, kan jadi nggak cocok sama aku.

Ya dan begitulah segala pertimbangan berkecamuk di kepalaku. Sampai akhirnya aku pun merelakan saja untuk nggak beli buku menarik yang sampai aku posting ke blog segala ... because the book is not that interesting... buktinya aku sampai masih mikir-mikir untuk membelinya. Dengan alasan untuk mendukung karya para penulis Indonesia juga kali ya, aku milih Infamous yang ditulis sama Silvia Arnie, dibanding TMGTWB by Jo Barrett. Boleh deh, alasan untuk milih Infamous ini kita anggap valid!

Setelah dibaca, okey juga...belum selesai sih, baru beberapa halaman. Nanti kalau udah aku review di sini. Sembari menunggu Outrageous beneran ada di toko itu, aku bisa baca yang ini. Perasaan nggak sabar mulai muncul deh, pengennya weekend ini beneran dapet bukunya. Biar pas balik kuliah hari Senin, ada sesuatu yang bikin semangat (rada nggak nyambung sih).

Lalu pas aku buka lagi fan page GG, ada comment dari GG " Ceknya sabtu-minggu aja, biar pol kemungkinan adanya. biasanya sama toko buku kan didata dulu dan it takes around one day"

Ohh...seandainya aku baca comment ini sedari tadi, sebelum melesat ke toko buku, dan jadi ada pengeluaran tak terencana gini (padahal kemarin-kemarin juga ada pengeluaran besar). Untung aja lagi nggak kering nih kantong, masih ada persediaan uang. Tapi lain kali jangan terulang deh, beli buku karena terdesak nggak bisa keluar dari toko, konyol banget. But it's worth sih, bukunya bagus juga... Can't wait Outrageous...hhhh...duit buat beli itu malah udah kepake nih, hahaha...hah sudahlah I won't regret what I've done ..it's useless, lagian kan mau awal bulan, jadi bisa dapet duit lagi dari bapakku tersayang..hihihi...

Kamis, 29 April 2010

Mogok ...

Berbekal ilmu yang tidak seberapa, aku berangkat ke kampus buat ujian Farmakologi yang dimulai jam 11.20

Pas udah siap dan tinggal mencet tombol starter tiba-tiba.....crap! Nggak idup-idup...entah aki soak atau apa...trus coba diselah (atau apapun kalian nyebutnya), nyampe keringeten plus kaki pegel nggak idup-idup. Dalam hati si panik, tapi tetep berlagak cool gitu awalnya. Lama ...lama....mulai tengok kanan kiri mencari bantuan yang mungkin.

Dan .... ada dua tukang bangunan lagi ngecat rumah tetangga depan. Dengan pasrah aku manggil si bapak... minta tolong dengan muka kasian dan senyum termanis (ahaha).

Si bapak yang aku panggil nyuruh rekan kerjanya yang lebih muda buat bantuin, karena si bapak ngakunya nggak punya motor, jadii nggak ngerti.

Dan ketika si mas tukang bangunan nyoba ngeslah... brmmmm....langsung idup aja gitu... Thanks God!!! dan akupun mengucap terima kasih (plus senyum termanis lagi) ke dia. Nggak lupa pas mau jalan aku ngangguk ke si bapak yang tadi, yang dibalas dengan anggukan ramah.

Alhamdulillah...meski nggak kenal, tetap ada yang mau membantu tanpa pamrih =)

Kembali ke Bali

Nggak tau kapan tapi nih...belum punya duit...hiks... Pengen banget deh ke Bali lagi, dan banyakin jalan kakinya ... biar kayak bule-bule gitu ... haha .Waktu dulu kan lama di dalem bus aja ...

Ini foto yang aku ambil pas mau nyebrang di pelabuhan Ketapang. Yang pas itu ada kejadian hp temenku jatuh ke laut. Lagi kenapa pula itu anak, dan waktu ditanya "apa yang jatuh?" yang nanya dengan muka panik. Dia :"Hpku..." dengan muka datar dan biasa aja...Jadi bisa disimpulkan dia orang kaya...hahaha....

My room mates lagi curhat session ... Tetep deh, nggak di Pulau Jawa, Pulau Bali selama cewek-cewek ngumpul, pasti terjadi 'kemeriahan'.

At Kuta...Pengen jalan kaki di jalan-jalan di Bali seperti mereka, hehe

Wonderful Ulu Watu

Sedihnya ninggalin Bali...