Sabtu, 02 April 2011
SNSD Jessica as One of The Volturi
Senin, 14 Februari 2011
Haters Gonna Be Hate :D


Rabu, 09 Februari 2011
I Don't Believe in Government
Sabtu, 01 Januari 2011
Dini Hari 2011
Minggu, 26 Desember 2010
War/Match
Senin, 20 Desember 2010
Selasa, 14 Desember 2010
Hate hate hate :D
Rabu, 08 Desember 2010
Random Confession
Sabtu, 27 November 2010
Impossible to I'm Possible




Senin, 18 Oktober 2010
Gosip, Gosip,
Ada beberapa yang intinya : dia diomongin sama orang lain.
Well, kalau menurut saya sih itulah bumbu dalam pergaulan. Diomongin. Memang kalau kita akhirnya tau, rasanya sakit dan nggak enak, apalagi kalau yang mereka bilang itu nggak sesuai sama kenyataan. Jadi mereka udah sok sok men-judge kamu padahal belum kenal bagaimana kamu yang sebenarnya.
Kalau kamu sampai diomongin dan digosipin, ada beberapa kemungkinan yang menjadi sebabnya:
- Karena sifat dan sikap kamu nggak sesuai sama yang orang-orang harapkan. Memang kita harus tetap jadi diri sendiri, tapi ada baiknya kita berkaca juga, kali-kali aja kritik dari orang-orang bisa jadi input yang bagus untuk diri kamu. Jadi orang yang lebih baik itu kan sama sekali nggak rugi, selama kamu tetap nyaman, lakukanlah perubahan. Tapi kalau mereka teteeep aja ngomongin kamu, gerebek aja sarang gosip mereka dan teriakkan "Get a life!" sekeras mungkin.
- Karena kamu terlalu menutup diri. Orang-orang disekitar kamu yang suka sok penasaran abis sama hidup kamu kan jadi gatel dibuatnya, gatel untuk mengorek-ngorek urusan kamu. Gawatnya, kalau mereka dapat info dari orang yang salah, dan jadi berprasangka yang macem-macem. Maka dari itu, sebaiknya jangan terlalu tertutup. Tunjukkan pada dunia (tsahhh....) kamu itu orang seperti apa, biar para 'penggemar'mu itu jadi nggak penasaran dan berhenti menyangka-nyangka.
- Karena kamu terlalu perfect di depan semua orang. Weeitsss jangan salah, manusia-manusia yang sedang berkumpul itu emang suka mencari-cari bahan pembicaraan seru. Dan meskipun kamu menjadi orang super ramah, baik, penurut, rajin mencuci, rajin beribadah pun jangan harap kamu bisa lolos dari sasaran orang-orang macam itu. Mereka akan lebih giat mengorek-ngorek lagi malahan. Kenapa kamu begini? kenapa kamu begitu? Jadi sebaiknya, saat kamu tunjukkan kelebihan kamu, tunjukkan juga kelemahan kamu. Just be a real human dahling...
- Kamu juga suka ngomongin orang lain. Nah loh, pernah ada yang bilang who gossip with you, will gossip of you. Jadi kalau pada dasarnya kamu adalah si biang gosip, udah hukum alam kamu pun akan digosipin, just deal with it.
Menurut saya begini, kita nggak bisa paksain semua orang bisa suka sama kita. Karena setiap orang punya bentuk pikiran masing-masing. Digosipin, diomongin dibelakang, itu adalah resiko. Itu justru menjadi bukti kalau kamu diakui keberadaannya di dunia ini.
Keep calm and carry on baby, tunjukin aja ke mereka kalau kamu itu nggak seburuk yang mereka bilang. Dengan cara? menunjukan prestasi kamu mungkin... tunjukan kalau kamu juga punya sesuatu yang berguna untuk orang banyak, setidaknya untuk diri sendiri.
Kalau kamu udah baik-baik aja, kalem-kalem aja tapi tetap diomongin, yaaa jelas itu bukan salah kamu, itu salah mereka. Mereka yang belum bisa melihat kamu dari sudut yang benar.
Saya pernah baca dari novel paporit saya, "Dibenci dan dicemburui adalah sebuah pujian."-Unbelievable
Agak nyambung lah ya sama topik kita ini, kalau kamu digosipin orang-orang, itu berarti kamu cukup penting bagi mereka, just take it as a compliment :)
Baiklah, ini hanya menurut pikiran saya yang masih cetek, XOXO
Kamis, 07 Oktober 2010
Olahraga yang Praktis dan Kamu Suka
- Siapkan kamar kamu, yang nggak perlu terlalu luas. Lapisi lantai dengan karpet atau sejenisnya, yang penting cukup tebal, jadi kaki telanjang kamu nggak langsung nyentuh lantai
- Siapkan laptop/komputer/ipod/handphone/walkman/tape/piringan hitam/ apapun yang bisa buat muter musik asik. Lalu siapkan play list lagu-lagu yang kalau bisa upbeat. Tidak disarankan setel lagu C.I.N.T.A karena malah akan membuat kamu menangis haru ingat cintamu yang bertepuk sebelah tangan.....
- Siapkan stopwatch, targetin kamu mau olahraga selama berapa menit, 30-45 menit/hari cukup
- Siapkan, siapkan mlulu nih ya, oke jika kamu memang ada komputer atau laptop dalem kamar, buatlah 1 folder berisi foto-foto artis favorit kamu/gebetan kamu/pujaan hatimu/yang paling kamu cintai, lalu gunakan aplikasi apa aja yang bisa bikin slide show foto mereka (Picasa, ACDSee, dll). Makin banyak fotonya makin baik, jadi selama kamu olahraga, kamu bisa ditemani slide show fotonya dia... asik kan, kalian kaya olahraga bareng (pagi ini saya olahraga bareng seluruh personil Big Bang :D)
- Yang nomer 4 ini, bisa untuk motivasi, siapa tau setiap fotonya muncul jantung kamu berdebar lebih cepat bahkan kamu mungkin langsung teriak histeris "Ihh ganteng banget....." (semoga ini makin membakar kalori).
- Lalu, apa jenis olahraganya? Terserah kamu, yang penting cukup kontinue gerakannya. Jalan ditempat sembari gerakin kepala, lari-lari kecil, dan senam-senam sederhana yang terutama menggerakkan tangan dan kakimu.
- Kalau kamu nggak cukup kreatif nyiptain senam sederhana, bisa cari video senam di youtube. Pilih yang sederhana dulu, jangan yang body language okeh?
- Lakukan dengan senang dan gembira
- Lakukan secara rutin setiap hari, bisa pagi atau sore hari, atau mungkin sebelum tidur
- Minum air putih yang banyak setelahnya
- Kalau kamu berniat nurunin berat badan dengan olahraga, jangan harap akan langsung berubah drastis. Semua melalui proses, asal kita nggak berhenti di tengah jalan. Ada yang bilang, kalau berhenti di tengah jalan itu sama aja NOL BESAR
Minggu, 03 Oktober 2010
SENDIRIAN???
Tadi pas nyampe rumah abis dari ngerjain tugas kelompok sekitar jam 9.40, udah mau langsung tidur... tapi.....tak bisa... karena memang paten saya harus ngecek twitter dulu sebelum tidur, kalau nggak mulut terasa pahit *yee emangnya perokok
Eh sekarang keterusan dah, malah sudah menyeduh segelas kopi segala. Yang artinya waktu tidur saya akan tertunda beberapa jam lagi.
Saya mau bercerita pengalaman hari ini, jika anda merasa posting ini nggak akan punya efek penting dalam hidup anda, silakan akhiri membaca ini :)
Hari ini saya main ke gerai majalah, yang ada di pelataran supermarket. Saya nggak cuma iseng main, tapi emang ada niat beli majalah, Asian Hits edisi khusus Big Bang (abaikan kalau nggak mengenali nama ini). Seperti biasa karena udah akrab sama abang-abangnya saya stay lama disitu.
Saya mau ngebuka majalah apaaa ajaaa boleh. Termasuk kalau saya mau, majalah Esquire...yang isisnya pria-pria nan bertelanjang ada....ups tapi nggak ah!
Jadi saya pun ngebuka majalah-majalah fashion aja, yang saya nggak mampu beli. Wkwkwkwk
"Buseet ini majalah apa katalog, isinya iklan semua...." pikir saya dalam hati.
Louis Vuitton, Bottega Veneta, Jimmy Choo, Longchamp ...azziiiikk udah apal saya sama brand-brand glam itu :D
Setelah ngebaca-baca gretongan, saya berniat pulang. Di parkiran ketemu temen SMA, dia manggil saya, dan kami pun bersalaman a la minal aizin wal faidzin. Timbul pertanyaan klise, "Kamu sama siapa?"
"Sendirian, habis beli majalah." jawab saya sembari tersenyum manis *apasih?
"SENDIRI?????" eh nggak sampai selebai ini, tapi dia jelas heran ngapain saya pergi sendirian.
"Iya..." saya kembali tersenyum manis a la resepsionis hotel berbintang.
Dalam hati saya berkata, "Yaelah heran amat saya pergi sendiri. Emang kenapa? toh saya punya tujuan yang jelas mau ngapain. Saya beli majalah dan itu nggak butuh partner ...kecuali saya mau main badminton atau mainan catur sendiri, itu baru aneh..." Tapi nggak saya ungkapkan ke dia. Kami pun pulang ke rumah masing-masing.
Bukan apa-apa, sangat wajar kalau beberapa orang menganggap pergi jalan-jalan sendiri ke tempat umum adalah nggak wajar, apalagi cewek. Terkesan......kesepian, kaya orang ilang, bahaya dsb.
Mungkin karena kultur orang Indonesia yang sukanya bersama-sama, berdua lebih baik.
Tapi darah bule saya membuat saya jadi lebih liberal kaya orang barat, *weks....
Saya ngerasa fine aja kalau harus pergi-pergi kemana-mana sendirian. Selama saya tau tujuan dan dompet nggak kosong mah, ayo aja belanja baju sendiri, jalan-jalan sendiri, ke toko buku sendiri, ke kantin sendiri, ke tempat makan sendiri, naik angkot sendiri ... dan lain-lain.
Nggak perlu berharap ada yang nemenin, nggak perlu nunggu ada yang sempet ikut pergi.
Mungkin orang boleh bergantung ke kita, asal kita nggak bergantung ke orang lain. Walaupun sebagai cewek tentunya nggak akan lepas dari resiko disuitin dan digodain orang iseng di jalan. Kuatkan diri dan bulatkan tekad, selama kita bisa bereaksi dengan baik, nggak akan ada perbuatan yang terlalu mengganggu ke kita.
Pastinya sih segala sesuatu itu mesti tepat. Di waktu yang tepat, di tempat yang tepat, dan dengan orang-orang yang tepat. Kalau mau pergi malem-malem ke tempat yang sepi-sepi ya jangan sendirian juga...
Ayoo tunjukkan girl power kita, nggak harus semua-muanya minta ditemenin... bisa-bisa hidup kita nggak efisien.
Jadi pesan moral hari ini :
- Kenali dengan akrab abang penjual majalah, terutama yang kiosnya lengkap supaya bisa baca gratis dan mendapat banyak asupan informasi lainnya (hehehehe)
- Jangan gantungkan diri ke orang lain, jadilah Miss Independent, seperti lagunya Ne-Yo
- Jagalah diri, jagalah hati, dan jaga kebersihan dimanapun kamu berada #loh?
ps: saya pinjem buku ini ke mas majalah, terbitan Provoke! Bandung, isinya lucu, lumayan sekali buat hiburan... Highly recommended buat kamu yang mau bikin weekend lebih groovy ... nggak harus tinggal di Jakarta juga....
Selasa, 28 September 2010
Woman Abuse
Yang bisa saya tangkap dari kuliah ini, kasus kekerasan yang dilaporkan biasanya berhenti di tengah jalan. Jarang diteruskan sampai pelakunya kena jerat hukum. Banyak faktor misalnya si korban merasa depresi dan malu, jadi bagi dia lebih baik urusan ini jadi urusan pribadinya aja.
Hal lain yang dibahas adalah soal pelecehan. Yang dimaksud pelecehan itu kurang lebih adalah perbuatan tidak menyenangkan yang menimbulkan ketidaknyamanan pada si korban. Masalah pelecehan ini sifatnya subjektif, satu perlakuan terhadap dua orang berbeda, bisa beda urusannya.
Contoh si Ketrin lagi nunggu kelas mulai sambil mainan hp, Amin mendekat dan mencolek lengannya, "Hai cantik." Si Ketrin jadi ngerasa nggak nyaman, dan dari lubuk hatinya paling dalam dia sungguh tidak terima digituin, bagi Ketrin ini termasuk pelecehan, maka Ketrin bisa menuntut Amin, asal ada saksi.
Contoh kedua Jeni lagi duduk di sofa sebuah cafe, beberapa saat kemudian temen cowoknya dateng dan langsung duduk di sebelah dia gitu. Ngerangkul bahunya sambil bilang, "Hei cantik apa kabar?" sembari ngelus-elus punggung tangannya lagi, tidak lupa dagunya Jeni pun dipegang-pegang. Tapi bagi Jeni itu biasa aja tuh, gimana ya itu si udah standar pergaulan anak jaman sekarang getoh.... Maka kasus ini bukan pelecehan.
Begitu gambarannya, pelecehan atau kekerasan itu bisa diangkat meja hijau kalau si korban merasa perlu menuntut.
Penyelesaian dari semua kasus semacam ini sih nggak harus pengadilan, apalagi lembaga peradilan suka ribet ya bok... Kita nggak perlu selebai Ketrin dalam contoh pertama, tapi jangan terlalu cuek kaya Jeni juga.
Kalau sekiranya kita nggak nyaman terhadap perlakuan seseorang, entah dia cowok atau cewek, lebih tua atau lebih muda, lebih kaya atau lebih miskin, lebih berpendidikan atau tidak, orang yang kamu cinta atau tidak, say it loud... jangan dalem hati doang. Pertama lakukan penolakan dengan isyarat atau gesture, kalau si pelaku nggak peka bilang aja baik-baik "Maaf jangan gini dong." (mungkin kamu bisa susun kaliimat yang lebih bagus :D). Kalau dia malah bereaksi semakin nggak nyenengin, mulailah tegas menjauh dari dia.
Life is too short to live with annoying people ... Kita punya hak untuk mendapat hidup yang senyaman mungkin. Jangan takut kalau kita benar. Kalau masih takut, cari dukungan dari orang yang kamu percaya.
Jangan pasrah karena merasa posisi kamu lemah, si Manohara aja bisa mencari seribu cara biar ibunya di Indonesia sini bisa tau betapa dia tersiksa di sana, pake pesan di tissue, telponan pake bahasa Perancis, sampai tanda-tanda ngelus dada waktu dia diliput wartawan.
Meskipun ada orang-orang yang menjaga kita, menjaga diri sendiri itu mutlak diperluin.
Jumat, 27 Agustus 2010
Twitter oh Twitter ....
Yak, kita akan membahas twitter hari ini Saudara-saudara.
Twitter ini sekarang udah kaya .... kebutuhan? gaya hidup? gitu lah ... sarana eksis mungkin. Jadi sekarang saya juga udah pindah hati ke twitter, yang saya buka pertama kali pastilah tweetdeck, buat sekedar ngecek timeline, atau baca-baca twit menarik orang-orang dan memberi reaksi.
Somehow, twitter bisa jadi infotainment yang lebih real. Kalau kita emang tertarik banget sama hidupnya seleb, dan pengen banget tau dia ke mana, makan apa, sama siapa, lagi apa (kaya pacar posesif), follow lah dia di twitter. Terkadang mereka lebih buka-bukaan ketimbang ke infotainment, misalnya si artis A yang jadian sama si artis D, lebih cepet kita tau dari twitter. Apalagi kalau si artis ternyata TDA, twitter display attention (maksa), lagi ke sini ngetwit, lagi ke sana ngetwit..... pasti fans beratnya akan sangat puas :D
Di sisi lain, banyaknya account yang suka membagikan info-info pengetahuan umum bisa bikin kita tambah pinter. Macam @faktanyaAdalah dan masih banyak lagi. Terkadang berita-berita seperti gempa gitu lebih cepat menyebar di sini.
Dan juga lebih enakan nyampah di twitter, karena gampang aja gitu... nggak perlu kita nggak enak karena gonta-ganti status, karena dari namanya aja 'twitter' wajar dong kalau kita suka berkicau-kicau.
Sebenernya yang pengen saya bahas di sini adalah following dan follower. Sadar nggak sih, bahwa orang-orang, bahkan mungkin diri kita sendiri (sambil ngaca...) suka terobsesi dengan jumlah follower? Wajar sih, mengingat jumlah follower mencerminkan seberapa eksis kita, seberapa kita dikenal dan 'diinginkan'. Dan sifat alami manusia banget kalau pengen eksis, pengen keliatan wah.
Tanpa saling mem-follow pun kita bisa juga saling berbagi info, saling sapa, asal ada user name aja.
Jadi kalau kita nemuin twitter teman, tapi kita berasa nggak harus mem-follow dia, karena mungkin dia juga nggak pernah ngetwit (cuma pengen punya twitter aja), atau nggak begitu kenal, atau nggak ngerti bahasanya dia (masa sih tapi?) ya nggak harus difollow.
Followlah yang benar-benar membuat kita tertarik, misal kalau kita suka quote di film-film, pilihlan @BestFilmQuotes. Atau kalau suka yang lucu-lucu followlah @fitrop dan komedian lain.
Butuh berita akurat? follow acara berita tv.
Afganisme, follow Afgan. Vidies, follow Vidi Aldiano. Suka Super Junior, silahkan follow yang sama-sama suka biar bisa share. Temen deket yang sama-sama suka ngetwit mellow, monggo saling retweet. Temen SMA, follow lah biar keep in touch.
Dan nggak harus mereka follow back kita kan? toh kitanya juga yang mau follow mereka bukan atas permintaan siapa-siapa, apa lantas mereka HARUS ikutan follow kita kalau dari awal nggak niat?
Jujur aja, suka lucu kalau liat ada yang minta follow back ke artis. "Kak, follback aku ya please...." "Minta follbacknya dong..." dan sebagainya.
Buat apa? biar si artis juga ngikutin aktivitas sehari-hari kita? Atau buat bangga-bangga, "Waw difolbek sama @VidiAldiano loh....." atau biar kita bisa ganggu dia dengan curhatan kita di timeline?
Mungkin karena kebiasaan add-approve masih kebawa-bawa? jadi follow nggak afdol kalau nggak di follow balik.
Kalau menurut pemikiran saya, yang sekarang lebih terbuka dengan dunia twitter ini, followlah orang seperti kamu mencintai seseorang. Cintai dia dengan tulus tanpa mengharap balasan (tsaelaaahhh................). Jadi follow aja dia, masalah dia follow balik apa nggak, ya itu urusan dia.
Tergantung dia merasakan hal yang sama apa nggak, 'hal yang sama'= rasa butuh ngefollow.
Maka dari itu, sejak awal, follow aja orang yang tepat, jangan yang asal kenal. Kalau ternyata dia kerjaannya rumpi, ngeluh, gosip, nyampah, kan jadi ganggu.
Semakin dikit follower kita, semakin kita bebas ngetwit nggak penting,.Tapi kalau ternyata eh ternyata kita lumayan eksis, ya semakin bijaklah ngetwit, just twit something, not everything.
Dan kalau bisa post lah sesuatu yang inspiratif dan menghibur sesekali :D
Baiklah, sudah panjang ternyata ... sok sok ahli jejaring sosial nih saya ... Well, ini cuma pemikiran saya aja ... karena saya pun pernah terobsesi dengan follower, pernah? mmh mungkin kadang-kadang bisa muncul lagi ya... *tersipu malu (eh, sampe masang badge 'follow me on twitter' di blog segala kauu....)
No, no no... jangan ah, mudah-mudahan omongan panjang lebar saya di atas bukannya malah saya langgar sendiri.
I write in peace ya... nggak bermaksud menyentil perasaan siapa pun... kalau ada yang nggak berkenan, saya mohon maaf V(^o^)
Have a nice Friday everyone....
Selasa, 10 Agustus 2010
Jarak


Resiko. Konsekuensi.
Sabtu, 07 Agustus 2010
If We Ever Meet Again
if we ever meet again, it will never be the same
if we ever meet again, I'm gonna show you my innocent face?
if we ever meet again, it will be awkward
if we ever meet again, I don't know what to do or say
if we ever meet again, can I look into your eyes or even stare at your face?
if we ever meet again, how dare me?
if we ever meet again, something to worry about?
if we ever meet again, maybe I can't breath
if we ever meet again, I wish I could say sorry
Jumat, 23 Juli 2010
All We Need is Balance
Kalau di kuliah Psikologi Kesehatan aku diajarkan bahwa setiap orang memiliki toleransi ambang sakit yang berbeda, sehingga reaksi pada gejala-gejala sakit akan berbeda.Kalau toleransi ambang kepuasannya pendek
Maka dia akan mudah puas dan menerima seberapa pun hasil yang dia capai
Sebaliknya yang ambang kepuasannya panjang, luas, lebar..
Dia akan susah sekali merasa cukup puas meskipun dibanding yang lain dia sudah jauh lebih baik
Tapi tetap aja, ngerasa belum memenuhi targetnya
Tiba-tiba jadi pengen nulis ini, setelah tadi ketemu teman-teman kampus
Dan sharing soal nilai masing-masing
Si A yang dapat C berapa banyak
Si B yang ada nilai Dnya
Si C yang udah ngumpulin 4 nilai A tapi ngerasa belum sesuai target
Si Bul bul (males pake alfabet terus) yang dapet nilai C tapi males di SPin
Hidup adalah pilihan,
Termasuk pilihan mau masuk kategori cepat puas, atau susah puas
Dua-duanya ada untung dan ruginya kan?
Kalau cepat puas, nanti jadi nggak optimal usahanya
Kalau susah puas bisa jadi ambisius juga
All we need is balance
Selalu lebih baik kalau kita berada di tengah-tengah
Keep everything in the right portion ^0^
Jumat, 09 Juli 2010
Korban Infotainment

Apa mau dikata, aku terlalu 'nganggur' buat nggak peduli pemberitaan heboh ini. Sampai-sampai aku ngecek ke PerezHilton.com, siapa tau dia nulis berita ini, haha gila...
Akibat dua kali nulis status di jejaring sosial yang berbau-bau pengakuan Cut Tari, disangka ngefans lagi sama dia. Oh big no no ya...nggak ngefans, tapi sekarang kok lebih respect ya dibanding sama Luna Maya, yang kesannya ngeremehin kasus ini.
Video minta maafnya bertolak belakang sama si Tari yang dramatis nangis-nangis, si LM malahan senyam-senyum, kaya ada yang lucu, parah.
Terlepas dari itu air mata buaya, itu akting, buat narik simpati masyarakat atau apa... yang penting kan udah ngaku, dan itu nggak gampang. Lagipula, bisa nggak kita berhenti untuk menyangka yang jelek-jelek tentang orang, karena kita nggak tau apa-apa, lebih baik diem aja dulu deh.
Kalau masalah dia bohong dan bla bla bla lainnya, kan ada Tuhan yang Maha Tahu.
Yang terpenting, kita nggak membenarkan (apalagi niru) perbuatan mereka di video itu.
Eh, btw ini banyak banget di twitter yang ngomong "Pengen punya suami kayak Yusuf Subrata." Haha he is the new idol?
Dan Luna Maya, dari attitude dia sehari-hari sih memang kayaknya too arrogance to make a confession like Cut Tari ya... menurut saya aja lo....(haha sudah sudah stop menyangka yang jelek-jelek.......).
Nazril Ilham menurutku sih yang paling perlu minta maaf, kayak Edison Chen dari Hongkong itu kan. Dia minta maaf termasuk ke wanita-wanita yang ada di dalam foto-foto yang beredar, karena itu kelalaian dia.
Kamis, 17 Juni 2010
Menunggu Janji Obama
Suatu malam, waktu lagi flu dan nggak bisa tidur, saya nonton berita di TVRI. Apa ya judul acaranya, semacaam Dunia Dalam Berita. Sedang membahas serangan Israel yang bertubi-tubi ke Palestine. Untungnya Ariel bersama 2 seleb lainnya nggak sampai dibahas di sini.
Bahasan Israel dan Palestine yang terus konflik memang udah teramat sering diekspos media, tapi yang menarik di sini adalah Obama disebut-sebut. Saya juga sempat bertanya-tanya, Obama apa kabar? bukannya dia menjajnjikan adanya perubahan dunia? Ya setidaknya perubahan pandangan Amerika terhadap negara-negara Arab.
Tapi nggak pernah sedikitpun kelihatan di tv Obama bertindak atau berpendapat apapun soal pelanggaran kemanusiaan yang dilakukakan Israel. Dia diam saja. Dia diam saja. Saya yang tadinya bersimpati ke anak Menteng ini, dan mendukung dia jadi Presiden Amerika jadi mulai sadar, kalau dia tidak seperti yang saya kira.
Beside of dia nggak jadi jadi dateng ke Indonesia padahal masyarakat Indonesia begitu antusiasnya menyambut dia, saya mulai ilfeel aja ke Obama ini. Mungkin terpengaruh narasi berita TVRI yang bilang, "Janji Obama akan perdamaian di dunia Arab menguap sudah seiring berjalannya waktu. Pidatonya untuk menarik simpati dunia, hanyalah kebohongan."
Dan mengutip pernyataan pemimpin negara mana gitu, "Senyum Obama tidak bisa dipercaya."
Saya jadi semakin kecewa ketika pembaca berita tv bilang kalau Obama mengklaim, "Kekerasana memang mutlak diperlukan, dan perang adalah hal yang terkadang perlu dilakukan untuk kepentingan tertentu."
Gimana ceritanya Nobel Perdamaian dikasih ke orang yang setuju dengan perang?
Seluruh dunia padahal berharap banyak sama Barack Obama, berharap dia bisa menuntaskan perang di daerah konflik. Dulu dia terlihat sangat bersahabat dengan negara Islam, padahal sebelumnya pemerintahan Amerika keliatan anti banget. Dia selalu bilang "Change, we can believe in." Tapi nyatanya apa yang berubah?
Janjinya menguap begitu saja.
Well, it's just my own opinion. I write in peace ^_^V
Senin, 14 Juni 2010
Sing: "Mau dibawa kemana....sampah-sampahnya?"
Belakangan ini nggak produktif posting blog, malah semakin produktif sampah tissue gara-gara flu. Kalau udah flu gini, baru inget kalau rasanya nggak enak banget. Huahm...hidung mampet.
Banyak si yang pengen ditulis, mulai dari bahaya dan baiknya kafein, trus juga tentang sampah. Iya....SAMPAH, karena aku baru ikutan Seminar Pengelolaan Sampah Sabtu kemarin. Dan pembicaranya, khususnya pak Sony dari Kementerian Lingkungan Hidup sangat menggugah pikiranku tentang sampah. Betapa kita sebagai manusia sangat wajib nyampah setiap hari, dan seringkali sampah itu nggak akan hancur meski bertahun-tahun. Jadinya dunia akan tenggelam karena sampah lama-kelamaan.
"Manusia adalah produsen sampah yang sangat konsisten sepanjang hidupnya." salah satu statement dari pak Sony yang nyantol banget. Dan setelah dirasa, memang bener banget, sekarang ini setiap hari kita nyampah entah berapa pieces aja, mulai dari plastik, sisa makanan, tissue, dan lain sebagainya. Dari pagi sampai tidur malam, dari Senin sampai Minggu, sepanjang tahun, dari lahir sampai mati nanti.
Tanpa rasa bersalah, tanpa tanggung jawab, kita buang di tempat sampah. Dan nggak peduli lagi sampah itu mau dibawa ke mana, mau dijadiin apa.
Selama ini kita hanya mengandalkan TPA, Tempat Pembuangan Akhir, yang lama-kelamaan akan penuh juga kuotanya. Betapa bahayanya nanti kalau penuh, bisa terjadi longsor, yang akhirnya timbul kejadian Bandung Lautan Sampah seperti beberapa tahun lalu itu.
"Setiap kota punya potensi menjadi lautan sampah seperti Bandung." Menurut pak Sony, dan kejadian naas waktu itu karena Bandung yang lagi apes aja. TPA-TPA di mana-mana juga punya potensi yang sama kalau kita terus nyampah. Pernah nonton film Wall-E? Tentang robot pengumpul sampah yang tinggal sendirian di Bumi yang penuh sampah. Ya kaya gitulah gambaran masa depan Bumi kita, penuh barang rongsok, sesuatu yang nggak berguna lagi bagi kita.
Intinya sih, jadikanlah sampah sebagai sumber daya. Bukan sekedar barang bekas menjijikan yang pengen sesegera mungkin kita singkirkan dari depan mata kita. Sampah masih bisa dijadikan sesuatu kan? Kaleng bekas buat pot, atau bungkus plastik produk bisa dibikin tas lucu dan lain-lain.
Emang sih semua butuh proses, tapi setidaknya kalau kita nggak bisa mengolah sampah, cobalah untuk memilahnya. Mana yang masih bisa jadi uang untuk orang lain, mana yang bisa dijadiin kompos buat tanah. Jadi nggak semua jatuhnya ke TPA.
Kalau kita tidak bisa mengolah ataupun memilah sampah, cobalah untuk tidak nyampah terlalu banyak. Terutama plastik, udah sering ada ajakan untuk nggak pakai plastik diserukan di mana-mana, tapi tetep susah ya kalau masing-masing orang nggak kompak. However, semua harus dimulai dari diri sendiri, dari hal-hal kecil, dan mulai dari sekarang (seperti kata AA Gym).





