Rabu, 13 Oktober 2010

Simbol

Hari ini di kelas KIE, kami sedang membahas simbol-simbol dalam komunikasi. Dan ibu dosen nayangin beberapa iklan luar negeri, kami disuruh menebak simbol yang dimaksud iklan itu.
Lalu, iklan kedua adalah sebuah iklan kondom yang sebelumnya pernah saya tonton di situs veryfunnyads.com

Karena saya merasa udah ngerti maksud iklan itu, sedangkan anak-anak di sekitar saya kayaknya nggak ngerti maksudnya, saya jadi merasa agak ....hmmm apa ya? geregetan? ya semacam pengen ngejelasin maksud iklan itu.

Lalu, waktu bu dosen menyuruh salah satu dari kita buat angkat tangan dan ngejelasin pesan iklan itu, dengan pedenya saya angkat tangan deh. Dari pada rasa pengen-ngejelasin saya ketahan dalam hati, dan akhirnya sampai akhir kuliah saya menahan perasaan itu udah kaya nahan kebelet pipis.

Maka semua mata pun tertuju pada saya *tsaah......
Kata-kata pun mengalir dari mulut saya begitu saja. Tapi kok ternyata jawaban saya tidak cukup memuaskan bu dosen, dan beliau menawarkan yang lain untuk berpendapat lain. Tapi ternyata............*siiiiiiing* sepi, semua cuma bicara sendiri dengan teman di sebelahnya. Okay, I'll take the conclusion = everybody in class agree with me.

Lalu, bu dosen memberi clue ke kelas, sampai semua anak pun pada akhirnya mengerti maksud dari iklan itu. Well, nggak beda jauh sama pendapat saya. Cuma saya masih kurang ilmu buat mengerti maksud yang lebih dalam dari iklan kondom ini, bahwa kondom itu berguna untuk mencegah kehamilan kan, yang artinya bisa untuk memberi jarak pada kehamilan sebuah pasangan usia subur. Tapinya saya kan hanya menerjemahkan dengan ilmu saya yang masih cetek.

Memang nggak ada yang menyalahkan saya, tapi sampai sekarang kalau diinget, jadi menimbulkan memory nggak nyaman. Iya, keadaan bahwa jawaban saya di kelas tidak benar-benar benar (ribet ya) bikin saya jadi nggak nyaman. Feels like lose some game or something. A little bit shame....
Padahal kan sah-sah aja kalau orang punya pendapat sendiri, bagaimanapun jawaban saya kan persepsi yang saya punya. Soal itu benar apa nggak, bu dosennya juga kan bukan si copywriter alias penulis naskah iklannya.

Setelah sebuah iklan dilepas ke media, maka apa arti dari iklan itu adalah bergantung pada persepsi siapa yang melihat. Lagipula yang dilakuin di kelas tadi kan hanya menyamakan persepsi. Jadi....nothing to lose Za.... tetap semangat!!!

Baiklah sebaiknya saya akhiri tulisan nyampah ini, bye bye.......

0 komentar:

Posting Komentar